Nasib Buruk Menimpa Tottenham

Kabar tidak baik berkunjung dari Tottenham Hotspur. Tim berjuluk The Lilywhites selanjutnya dipastikan tidak bakal diperkuat kapten sekaligus mesin gol mereka Harry Kane hingga Maret mendatang. Selain Kane, Tottenham termasuk harus kehilangan Son Heung-min karena alasan berbeda. Kane absen hingga Maret karena mengalami cedera pergelangan kaki kiri sesudah mendapat tekel dari bek Manchester United (MU) Phil Jones, Minggu (13/1). Hitungannya, tersedia 12 pertandingan harus dijalani Tottenham tanpa Kane. Termasuk pertandingan leg ke-2 semifinal Piala Liga di mana sebelumnya mereka menang 1-0 atas Chelsea dan laga di Liga Champions menghadapi Borussia Dortmund. Kane mampu termasuk melepas final Piala Liga kecuali mereka lolos (hampir pasti) menghadapi Manchester City karena di legpertama menang 9-0 atas Burton Albion.

Di Liga Primer menurut Agen Bola Bonus 100, penyerang berusia 25 tahun itu termasuk mampu absen pada dua derby melawan Arsenal dan Chelsea. Sementara Son mampu absen hingga awal Februari kecuali Korea Selatan melangkah ke final. Padahal, posisi Tottenham di urutan ketiga klasemen Liga Primer termasuk mendapat tekanan dari Chelsea karena cuma terpaut satu poin di urutan keempat. Setelah serangkaian pemeriksaan, kami mampu mengonfirmasi Kane mengalami kerusakan ligamen di pergelangan kaki kiri. Dia bakal tetap dipantau staf medis kami saat mengawali rehabilitasi dan diperkirakan kembali berlatih pada awal Maret, tulis mereka, di dalam situs resmi.

Inilah musibah besar Spur dan pelatih Mauricio Pochettino. Saat dia belum beroleh kepastian pemain baru, udah harus kehilangan dua pemain tersubur. Kane sekarang bersaing di daftar pencetak gol terbanyak dengan 15 gol. Son menduduki urutan ke-2 top skor The Lilywhitesdengan delapan gol dan lima assist-nya. Sebelumnya mereka sesungguhnya berhasil lewat periode tidak baik saat kehilangan Jan Vertongen, Christian Eriksen, Eric Lamela, dan beberapa pemain lain. Tapi, kehilangan Kane adalah kasus lain. Muncul pertanyaan, mampu apa Spur tanpa Kane dan Son? Melihat catatan yang disampaikan Sky sports rasa risau pantas muncul.

Sejak 2014/2015, kandungan kemenangan dan produktivitas gol Spur mengalami penurunan saat Kane absen. Kemenangan Spur mengalami penurunan dari 60% menjadi 57%, biasanya gol ikut melorot ke angka 1,6 dari sebelumnya 2 gol per pertandingan. Angka yang tak benar-benar besar, namun tetap mampu membangkitkan kegalauan karena Spur sekarang berada di empat persaingan berlainan dengan jadwal padat supaya perlu pemain bugar. Bahkan, menurut catatan Pochettino, timnya harus merintis 15 pertandingan di dalam 51 hari, yang artinya timnya harus bermain tiap tiap tiga hari sekali. “Memang benar ini adalah tanggung jawab besar dan susah mengelola semuanya. Tapi, ini permohonan kami mencoba memenangkan tiap tiap pertandingan di persaingan apa pun,” kata Pochettino, dikutip situs formal klub.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *